Infeksi Saluran Kemih pada Anak: Penyebab dan Gejalanya
Klinik Apollo, Jakarta – Infeksi saluran kemih pada anak merupakan kondisi yang perlu Anda perhatikan, karena bisa menimbulkan keluhan yang berbeda sesuai usia anak. Pada bayi, gejalanya terkadang tidak khas sehingga lebih sulit dikenali.
Sementara itu, anak yang lebih besar biasanya sudah bisa mengeluhkan rasa sakit atau tidak nyaman saat buang air kecil.
Jika tidak tertangani dengan tepat, infeksi bisa menyebar ke saluran kemih bagian atas hingga ginjal. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui penyebab dan gejala infeksi saluran kemih apda anak agar pemeriksaan bisa dilakukan sedini mungkin.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Infeksi Saluran Kemih pada Anak?
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang bisa terjadi pada bagian sistem kemih, seperti uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal.
ISK pada anak paling sering disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui uretra dan berkembang di saluran kemih. Infeksi pada kandung kemih disebut sistitis, sedangkan infeksi yang mengenai ginjal disebut pielonefritis.
Menurut American Academy of Padiatrics (AAP), ISK merupakan salah satu infeksi bakteri yang cukup sering ditemukan pada anak dan perlu mendapatkan evaluasi yang tepat, terutama ketika disertai demam.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Anak
Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih pada anak-anak, antara lain:
1. Infeksi Bakteri
Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri dari saluran pencernaan, yang berpindah ke saluran kemih. Escherichia coli (E. coli) merupakan salah satu bakteri yang paling sering menjadi penyebab.
2. Kebersihan Area Genital yang Kurang Terjaga
Kebersihan area genital yang kurang baik, bisa meningkatkan kemungkinan bakteri masuk ke uretra. Pada anak perempuan, risiko ISK cenderung lebih tinggi karena uretranya lebih pendek.
3. Kebiasaan Menahan Buang Air Kecil
Anak yang sering menahan kencing, bisa mengalami gangguan pengosongan kandung kemih. Urine yang terlalu lama berada di kandung kemih, bisa memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang.
4. Sembelit
Sembelit bisa memberikan tekanan pada kandung kemih dan memengaruhi proses pengosongan urine. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko gangguan saluran kemih pada anak.
5. Kelainan Saluran Kemih
Beberapa anak memiliki kelainan anatomi atau fungsi saluran kemih, yang membuat urine lebih mudah mengalir kembali ke arah ginjal atau tidak bisa keluar dengan optimal.
Salah satunya adalah Vesicoureteral Reflux (VUR), yaitu kondisi ketika urine mengalir kembali dari kandung kemih menuju ureter dan terkadang sampai ke ginjal.
6. Penggunaan Kateter
Anak yang membutuhkan kateter urine, untuk kondisi medis tertentu juga bisa memiliki risiko lebih tinggi mengalami ISK.
Berbagai Gejala ISK pada Anak
Gejala infeksi saluran kemih, bisa berbeda-beda berdasarkan usia dan juga lokasi infeksi yang terjadi. Berikut berbagai gejala ISK pada anak, antara lain:
1. Gejala ISK pada Bayi
Pada bayi, gejalanya bisa berupa demam tanpa penyebab yang jelas, rewel (lebih mudah menangis), nafsu makan menurun, muntah, diare, berat badan sulit bertambah, tampak lemas, dan urine berbau lebih kuat dari biasanya.
2. Gejala ISK pada Anak yang Lebih Besar
Anak yang sudah lebih besar atau sudah mampu berkomunikasi dapat mengeluhkan beberapa gejala berikut:
- Sakit atau terasa terbakar saat buang air kecil
- Lebih sering ingin buang air kecil
- Urine keluar sedikit-sedikit
- Rasa ingin kencing yang muncul secara tiba-tiba
- Nyeri di bagian bawah perut
- Urine keruh atau berbau menyengat
- Mengompol setelah sebelumnya sudah mampu menahan kencing
- Demam
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), gejala ISK pada anak bisa meliputi rasa nyeri atau terbakar ketika buang air kecil, sering kencing, nyeri perut, serta urine yang berbau tidak biasa.
3. Jika Infeksi Sudah Menyerang Ginjal
ISK yang mengenai gejala atau pielonefritis, biasanya bisa menimbulkan gejala yang lebih berat, seperti:
- Demam tinggi
- Menggigil
- Nyeri di punggung atau sisi tubuh
- Mual dan muntah
- Anak tampak sangat lemas
- Nyeri saat buang air kecil
Demam pada anak tanpa penyebab yang jelas, terutama jika disertai keluhan saluran kemih, sebaiknya tidak diabaikan.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis ISK pada Anak?
Diagnosis ISK tidak hanya bisa dipastikan dengan gejala. Dokter bisa melakukan pemeriksaan urine untuk mengetahui adanya tanda infeksi. Berikut beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan, antara lain:
1. Urinalisis – Pemeriksaan urine bisa membantu melihat adanya sel darah putih, darah, nitrit, atau tanda lain yang mengarah pada infeksi.
2. Kultur Urine – Kultur urine dilakukan untuk mengetahui bakteri penyebab infeksi dan membantu menentukan antibiotik yang sesuai apabila memang diperlukan.
3. Pemeriksaan Pencitraan – Pada kondisi tertentu, terutama jika ISK berulang atau terdapat kecurigaan kelainan saluran kemih, dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan seperti ultrasonografi (USG) atau pemeriksaan pencitraan lainnya.
Bagaimana Cara Mengatasi ISK pada Anak?
Penanganan ISK harus sesuai dengan usia anak, lokasi infeksi, tingkat keparahan, serta penyebabnya.
Jika infeksi disebabkan oleh bakteri, dokter bisa memberikan antibiotik yang sesuai. Obat sebaiknya diberikan berdasarkan evaluasi medis dan digunakan sesuai dosis serta lama pengobatan yang ditentukan.
Selain pengobatan, anak perlu mendapatkan cukup cairan sesuai kebutuhannya agar tidak mengalami dehidrasi dan bisa buang air kecil secara teratur.
Penting: Jangan memberikan antibiotik kepada anak, tanpa adanya pemeriksaan dan anjuran dokter.
Cara Mencegah ISK pada Anak
Berikut beberapa kebiasaan yang bisa membantu mengurangi risiko infeksi saluran kemih, antara lain:
- Ajarkan anak untuk tidak sering menahan buang air kecil
- Pastikan anak minum cukup sesuai kebutuhannya
- Jaga kebersihan area genital
- Ajarkan anak membersihkan area genital dengan benar
- Atasi sembelit yang terjadi
- Ganti popok bayi secara teratur
- Biasakan anak buang air kecil sampai kandung kemih benar-benar kosong
- Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami ISK berulang
Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Orang tua sebaiknya membawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan, terutama jika terdapat gejala yang mengarah pada ISK, terutama:
- Demam tanpa penyebab yang jelas
- Nyeri atau menangis ketika buang air kecil
- Kencing terlalu sering
- Urine berdarah, keruh, atau berbau menyengat
- Nyeri perut, pinggang, atau punggung
- Muntah berulang
- Anak tampak sangat lemas
- ISK terjadi berulang kali
Pada bayi dan anak kecil, pemeriksaan lebih lanjut penting dilakukan karena mereka belum selalu mampu menjelaskan keluhan yang dirasakan.
Kesimpulan
Infeksi saluran kemih pada anak, bisa disebabkan oleh bakteri dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan menahan kencing, sembelit, kebersihan area genital, hingga kelainan saluran kemih.
Gejalanya bisa berupa demam, nyeri saat buang air kecil, sering kencing, urine keruh atau berbau, nyeri perut, hingga muntah. Pada bayi, gejalanya bisa lebih tidak spesifik.
Jika anak menunjukkan tanda yang mengarah pada ISK, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta agar penyebab bisa diketahui dan penanganan diberikan secara tepat.

FAQ Infeksi Saluran Kemih pada Anak
1. Apakah ISK pada Anak Bisa Sembuh?
Ya. Sebagian besar ISK bisa tertangani dengan baik apabila penyebabnya diketahui dan mendapatkan penanganan yang tepat.
2. Apakah Anak yang Sering Menahan Kencing Bisa Terkena ISK?
Kebiasaan menahan kencing bisa meningkatkan risiko gangguan pengosongan kandung kemih, dan berkontribusi terhadap terjadinya ISK pada sebagian anak.
3. Apakah Demam pada Anak Selalu Berarti ISK?
Tidak. Demam dapat disebabkan oleh banyak kondisi. Namun, jika demam muncul tanpa penyebab yang jelas, terutama disertai gejala saluran kemih, dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan ISK.
4. Apakah ISK pada Anak Berbahaya?
ISK yang tidak tertangani bisa menyebar ke ginjal. Oleh karena itu, pemeriksaan medis tetap perlu, terutama pada bayi dan anak dengan demam tinggi atau kondisi yang memburuk.
5. Apakah ISK pada Anak Bisa Kambuh?
Bisa. ISK berulang bisa berkaitan dengan kebiasaan buang air kecil, sembelit, atau kelainan pada saluran kemi. Jika anak sering mengalami ISK, dokter bisa melakukan evaluasi lebih lanjut.
Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil: Gejala dan Bahaya
Cek Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Anak di Klinik Apollo Jakarta
Infeksi saluran kemih pada anak, perlu mendapatkan diagnosis dan pengobatan medis yang tepat sesuai dengan kondisi.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap, dokter bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh dan memberikan perawatan terbaik.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!⇒ [WhatsApp Dokter]
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

Artikel Terbaru
- Infeksi Saluran Kemih pada Anak: Penyebab dan Gejalanya 9 Agustus 2026
- Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil: Gejala dan Bahaya 4 Agustus 2026
- Infeksi Saluran Kemih pada Pria: Gejala dan Penyebabnya 31 Juli 2026
- Infeksi Saluran Kemih pada Wanita: Gejala dan Penanganannya 24 Juli 2026
- Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih dengan Tepat 21 Juli 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB



