Perbedaan ISK dan IMS yang Sering Tertukar, Wajib Tahu!

perbedaan isk dan ims 1

Klinik Apollo, Jakarta – Perbedaan infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi menular seksual (IMS), bisa membantu penderita untuk mengambil langkah penanganan yang tepat. ISK dan IMS adalah dua kondisi yang sering dianggap sama, karena bisa menimbulkan keluhan yang serupa.

Padahal, keduanya memiliki penyebab, cara penularan, dan penanganan yang berbeda. Kesalahan membedakan ISK dan IMS, bisa menyebabkan seseorang melakukan pengobatan yang tidak sesuai. Lantas, apa perbedaan ISK dan IMS yang perlu kita ketahui? Mari simak!

Apa Itu Infeksi Saluran Kemih (ISK)?

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi yang bisa terjadi pada bagian saluran kemih, termasuk uretra, kandung kemih, uretra, hingga ginjal, infeksi kandung kemih adalah salah satu bentuk ISK yang paling umum dan sering disebabkan oleh bakteri. Gejalanya berupa:

  • Rasa perih atau terbakar saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil
  • Rasa ingin buang air kecil yang sulit ditahan
  • Nyeri atau tidak nyaman di perut bagian bawah
  • Urine keruh, berbau lebih kuat, atau terkadang mengandung darah

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), gejala infeksi kandung kemih perlu diperhatikan karena infeksi bisa menyebar ke ginjal jika tidak tertangani.

Apa Itu Infeksi Menular Seksual (IMS)?

Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang menular melalui aktivitas seksual, termasuk hubungan vaginal, anal, maupun oral. IMS bisa terjadi akibat bakteri, virus, atau parasit. Berikut beberapa jenis penyakitnya:

  • Gonore
  • Klamidia
  • Sifilis
  • Trikomoniasis
  • Herpes genital
  • Human Papillomavirus (HPV)
  • Herpes Simplex (HSV)

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa sebagian besar IMS, bisa tidak menimbulkan gejala. Ketika gejala muncul, keluhannya bisa berupa cairan abnormal dari vagina atau uretra, luka atau benjolan pada area genital, nyeri saat berkemih, dan nyeri perut bagian bawah.

Perbedaan ISK dan IMS

Meskipun memiliki beberapa gejala yang mirip, ISK dan IMS memiliki sejumlah perbedaan penting yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Perbedaan Penyebab – Infeksi saluran kemih, umumnya terjadi akibat bakteri yang masuk dan berkembang di saluran kemih. Sedangkan, infeksi menular seksual terjadi akibat bakteri, virus, atau parasit yang menular melalui aktivitas seksual.

2. Perbedaan Cara Penularan – Infeksi saluran kemih bukan penyakit yang menular melalui hubungan seksual, meskipun aktivitas seksual pada sebagian orang bisa meningkatkan risiko ISK. Sedangkan, infeksi menular seksual bisa menular melalui aktivitas seksual, termasuk hubungan vaginal, anal, atau oral, tergantung jenis infeksinya.

3. Perbedaan Gejala – ISK bisa sebabkan nyeri saat berkemih, panas atau perih saat berkemih, urine keruh, serta nyeri di perut bagian bawah. Sedangkan IMS, bisa menyebabkan cairan abnormal dari kelamin, luka atau benjolan di kelamin, nyeri saat berkemih, dan pada beberapa kasus tidak menimbulkan gejala.

4. Perbedaan Pemeriksaan – Pemeriksaan ISK bisa melalui urinalisis, kultur urine, serta pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien. Sedangkan IMS, pemeriksaannya berupa tes urine, swan, pemeriksaan darah, atau tes khusus sesuai jenis IMS yang dicurigai.

5. Perbedaan Risiko Komplikasi – Jika ISK tidak tertangani, infeksi bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Sedangkan IMS yang tidak tertangani bisa menyebabkan komplikasi pada sistem reproduksi, meningkatkan risiko masalah kesuburan, serta dapat menular kepada pasangan.

Namun, perbedaan tersebut bukan berarti seseorang bisa membedakan ISK dan IMS hanya berdasarkan gejala. Beberapa IMS, seperti gonore dan klamidia, bisa menyebabkan uretritis dengan keluhan nyeri saat berkemih yang menyerupai ISK.

Gejala ISK dan IMS yang Sering Tertukar

Infeksi saluran kemih dan infeksi menular seksual bisa menimbulkan gejala yang mirip, terutama nyeri atau panas saat buang air kecil. Namun, beberapa tanda dapat membantu membedakannya, seperti:

  • Infeksi Saluran Kemih : Sering kencing, rasa ingin kencing terus-menerus, dan nyeri perut bagian bawah.
  • Infeksi Menular Seksual : Keluar cairan dari penis atau vagina, luka atau benjolan di area genital, serta nyeri saat kencing.
  • Perlu Diingat : Beberapa IMS, seperti gonore dan klamidia, juga bisa menyebabkan keluhan yang menyerupai ISK. Karena gejalanya bisa serupa atau mirip, pemeriksaan medis perlu untuk memastikan penyebabnya.

Apakah ISK Bisa Terjadi Akibat Hubungan Seksual?

Hubungan seksual tidak membuat ISK menjadi IMS. Namun, aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko terjadinya ISK pada sebagian orang, karena bakteri dari area sekitar genital dapat masuk ke uretra.

Dengan demikian, seseorang bisa mengalami ISK setelah berhubungan seksual tanpa berarti dirinya tertular IMS.

Sebaiknya, hubungan seksual tanpa perlindungan bisa meningkatkan risiko terkena IMS, karena IMS terutama menyebar melalui kontak seksual.

Bagaimana Cara Membedakan ISK dan IMS?

Membedakan ISK dan IMS tidak selalu bisa dilakukan hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan dokter sangat perlu untuk menentukan penyebab keluhan. Untuk dugaan ISK, pemeriksaan bisa mencakup:

  • Urinalis
  • Kultur urine
  • Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan

NIDDK menyebutkan bahwa pemeriksaan urine, termasuk urinalisis dan kultur urine, bisa digunakan untuk membantu mendiagnosis infeksi kandung kemih.

Sementara itu, dugaan IMS bisa memerlukan pemeriksaan yang sesuai dengan infeksi yang dicurigai, seperti tes urine, swab, atau pemeriksaan darah.

WHO juga menekankan pentingnya pemeriksaan laboratorium jika tersedia, karena sebagian besar IMS bisa berlangsung tanpa gejala yang jelas.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Sebaiknya jangan mengabaikan keluhan pada saluran kemih atau area genital, terutama jika mengalami:

  • Nyeri atau panas saat buang air kecil
  • Keluar cairan dari penis atau vagina
  • Luka, lepuhan, atau benjolan di area genital
  • Urine berdarah atau sangat keruh
  • Nyeri pada testis
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Demam atau menggigil
  • Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko

Pada ISK, demam, menggigil, mual, muntah, atau nyeri pada punggung/sisi tubuh, bisa menjadi tanda infeksi telah melibatkan ginjal dan memerlukan penanganan medis.

Jangan Sembarangan Mengonsumsi Antibiotik

ISK dan beberapa IMS memang bisa tertangani dengan antibiotik, tetapi jenis antibiotik dan lama pengobatannya tidak selalu sama.

Mengonsumsi antibiotik tanpa pemeriksaan, bisa menyebabkan pengobatan tidak tepat dan berkontribusi terhadap masalah resistensi antibiotik.

Pada infeksi menular seksual tertentu, pasangan seksual juga mungkin perlu mendapatkan pemeriksaan atau pengobatan untuk mencegah infeksi berulang.

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih dan Infeksi Menular Seksual

Berikut adalah beberapa langkah yang dokter Klinik Apollo Jakarta sarankan, untuk mencegah infeksi saluran kemih dan infeksi menular seksual, antara lain:

  • Menjaga kebersihan area genital
  • Tidak menahan buang air kecil terlalu lama
  • Mencukupi kebutuhan cairan
  • Menggunakan kondom secara konsisten dan benar, untuk mengurangi risiko IMS
  • Menghindari hubungan seksual jika sedang mengalami gejala IMS sampai mendapatkan evaluasi medis
  • Melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala yang tidak biasa
  • Tidak menggunakan antibiotik tanpa anjuran tenaga medis

Perlu Anda ingat, penggunaan kondom dapat membantu mengurangi risiko berbagai jenis IMS, tetapi tidak memberikan perlindungan sepenuhnya terhadap semua infeksi yang bisa menular melalui kontak kulit.

Kesimpulan

Perbedaan ISK dan IMS, terutama terletak pada penyebab dan cara penularannya. ISK umumnya terjadi akibat bakteri yang menginfeksi saluran kemih dan bukan termasuk penyakit menular seksual.

Sementara itu, IMS terutama ditularkan melalui aktivitas seksual dan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit. Meski demikian, gejalanya bisa tumpang tindih.

Rasa panas saat buang air kecil, misalnya, bisa ditemukan pada ISK maupun IMS seperti gonore dan klamidia. Oleh karena itu, pemeriksaan yang tepat penting untuk memastikan penyebab dan menentukan pengobatan yang sesuai.

Jika mengalami keluhan pada saluran kemih atau area genital, Klinik Apollo Jakarta bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan evaluasi dan konsultasi medis secara profesional.

perbedaan isk dan ims 2
Ilustrasi seorang dokter yang melakukan pemeriksaan untuk mengecek perbedaan ISK dan IMS

FAQ Seputar ISK dan IMS

1. Apakah ISK dan IMS Itu Sama?

Tidak. ISK merupakan infeksi pada saluran kemih, sedangkan IMS adalah infeksi yang terutama menular melalui aktivitas seksual. Namun, keduanya bisa memiliki gejala yang mirip.

2. Apakah Sering Kencing Pasti ISK?

Tidak selalu. Sering buang air kecil bisa terjadi akibat ISK, tetapi juga bisa berkaitan dengan kondisi lain. Pemeriksaan perlu jika keluhan menetap atau disertai gejala lain.

3. Apakah Keluar Cairan dari Penis Pasti IMS?

Tidak selalu, tetapi cairan abnormal dari uretra merupakan salah satu gejala yang perlu dicurigai sebagai IMS, terutama jika disertai rasa terbakar saat buang air kecil. Pemeriksaan perlu untuk mengetahui penyebabnya.

4. Apakah IMS Bisa Tidak Menimbulkan Gejala?

Ya. Banyak IMS bisa berlangsung tanpa gejala yang jelas. Oleh karena itu, seseorang tetap bisa menularkan infeksi meskipun merasa sehat.

5. Apakah ISK Bisa Sembuh dengan Sendirinya?

Sebagian keluhan saluran kemih, bisa memiliki penyebab selain infeksi bakteri, sehingga tidak semua kasus membutuhkan antibiotik. Namun, jika dicurigai mengalami ISK, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis agar penyebabnya bisa dipastikan dan komplikasi bisa dicegah.

Baca Juga: Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih dengan Tepat

Cek Perbedaan ISK dan IMS dengan Dokter Berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta

Mengenali perbedaan ISK dan IMS, bisa membantu penderita untuk mengambil penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Namun, jangan cemas! Anda bisa membedakannya dengan berkonsultasi ke dokter berpengalaman seperti di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami, bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap.

Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

Reservasi Online

Anda dapat melakukan Reservasi secara online, tim Klinik Sentosa akan menghubungi Anda dalam waktu maks 1x24 jam ke depan.






    Chat Dokter
    Klinik kulit dan kelamin terpercaya di Jakarta