Infeksi Saluran Kemih Apakah Menular? Ini Faktanya
Klinik Apollo, Jakarta – Infeksi saluran kemih apakah bisa menular? Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama ketika seseorang mengalami nyeri saat buang air kecil, sering ingin kencing, atau merasa tidak nyaman setelah berhubungan seksual.
Pada umumnya, infeksi saluran kemih (ISK) bukan penyakit menular seksual dan tidak menular dari satu orang ke orang lain seperti flu atau infeksi menular seksual (IMS).
Namun, aktivitas seksual bisa meningkatkan risiko terjadinya ISK. Selain itu, beberapa IMS bisa menimbulkan gejala yang mirip dengan ISK sehingga penting untuk membedakannya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Infeksi Saluran Kemih?
Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang bisa terjadi pada bagian sistem kemih, seperti uretra, kandung kemih, ureter, atau ginjal.
ISK paling sering disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih dan berkembang biak. Salah satu penyebab yang paling umum adalah bakteri Escherichia coli (E. coli), yang secara alami bisa ditemukan di saluran pencernaan.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), infeksi kandung kemih merupakan jenis ISK yang paling umum dan biasanya disebabkan oleh bakteri. Jika tidak tertangani, infeksi bisa menyebar ke ginjal.
Infeksi Saluran Kemih Apakah Bisa Menular?
Pada umumnya, ISK tidak menular dari satu orang ke orang lain. ISK berbeda dengan penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, atau sifilis.
Bakteri penyebab ISK biasanya berasa dari bakteri yang sudah berada di sekitar tubuh, terutama area anus dan saluran pencernaan, kemudian masuk ke saluran kemih. Jadi, seseorang tidak akan tertular ISK hanya karena:
- Berdekatan dengan penderita ISK
- Berjabat tangan
- Berbagi tempat tidur
- Berbagi peralatan makan
- Menggunakan toilet yang sama
Meski begitu, hubungan seksual bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, terutama pada perempuan.
Mengapa Hubungan Seksual Bisa Memicu ISK?
Saat berhubungan seksual, bakteri dari area sekitar genital dan anus bisa terdorong masuk ke uretra. Kondisi tersebut bisa meningkatkan kemungkinan bakteri mencapai kandung kemih.
European Association of Urology (EAU) menyebutkan bahwa hubungan seksual, penggunaan spermisida, pasangan seksual baru, dan riwayat ISK sebelumnya merupakan beberapa faktor yang berhubungan dengan meningkatnya risiko sistitis.
Artinya, ISK yang muncul setelah berhubungan seksual tidak selalu berarti pasangan menularkan ISK.
Apakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Menular Lewat Hubungan Seksual?
ISK itu sendiri umumnya tidak dianggap sebagai infeksi, yang menular melalui hubungan seksual. Namun, aktivitas seksual bisa membantu bakteri berpindah menuju uretra dan memicu infeksi. Inilah alasan sebagian orang mengalami keluhan ISK setelah berhubungan seksual.
Hal yang perlu Anda perhatikan adalah apabila keluhan seperti nyeri kencing disertai beberapa kondisi berikut:
- Cairan atau nanah dari penis atau vagina
- Luka pada genital
- Perdarahan yang tidak biasa
- Keluhan setelah hubungan seksual berisiko
Kondisi-kondisi tersebut, bisa mengarah pada infeksi menular seksual (IMS) dan memerlukan pemeriksaan.
Perbedaan Infeksi Saluran Kemih dan Infeksi Menular Seksual
ISK dan IMS bisa memiliki gejala yang mirip, terutama rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil. Berikut beberapa gejala yang sering ditemukan pada ISK:
- Nyeri atau perih saat kencing
- Sering ingin buang air kecil
- Urine yang keluar hanya sedikit
- Rasa tidak nyaman di perut bagian bawah
- Urine keruh, berbau kuat, dan bercampur darah pada kondisi tertentu
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), gejala-gejala tersebut merupakan gejala yang umum pada infeksi kandung kemih. Sedangkan, infeksi menular seksual tertentu juga bisa menyebabkan:
- Nyeri saat berkemih
- Keluar cairan abnormal dari penis atau vagina
- Luka atau lepuh pada area genital
- Gatal atau iritasi genital
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Perdarahan setelah berhubungan seksual
Karena gejalanya bisa serupa dan sering disalahartikan, pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan penyebabnya.
Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih
Dokter Klinik Apollo Jakarta, biasanya akan memberikan informasi beberapa kebiasaan yang bisa membantu menurunkan risiko ISK, antara lain:
1. Minum Cukup Air – Cairan membantu tubuh menghasilkan urine dan mendukung proses pengosongan saluran kemih.
2. Jangan Sering Menahan Kencing – Usahakan buang air kecil ketika sudah muncul dorongan untuk kencing.
3. Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seksual – Buang air kecil setelah berhubungan seksual bisa membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra.
4. Jaga Kebersihan Area Genital – Bersihkan area genital dengan cara yang tepat, serta hindari penggunaan produk yang bisa menyebabkan iritasi.
5. Bersihkan dari Arah Depan ke Belakang – Pada perempuan, membersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air besar, bisa membantu mengurangi perpindahan bakteri dari anus ke uretra.
6. Hindari Penggunaan Produk yang Menyebabkan Iritasi – Produk tertentu, termasuk spermisida pada sebagian orang, bisa berkaitan dengan peningkatan risiko sistitis.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Sangat penting untuk segera melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter, terutama jika:
- Nyeri saat buang air kecil menetap
- Sering kencing secara tidak biasa
- Urine berdarah
- Demam atau menggigil
- Nyeri pinggang atau punggung
- Mual dan muntah
- ISK yang berulang
- Keluar cairan atau nanah dari organ genital
- Luka atau lepuhan di area genital
- Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko
Khususnya jika terdapat cairan genital, luka, atau riwayat hubungan seksual berisiko, pemeriksaan IMS mungkin perlu karena keluhan tersebut tidak selalu disebabkan oleh ISK.
Kesimpulan
Infeksi saluran kemih apakah menular? Jawabannya, ISK pada umumnya tidak menular dari satu orang ke orang lain. ISK paling sering terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak.
Hubungan seksual memang bisa meningkatkan risiko ISK, tetapi hal tersebut berbeda dengan penularan penyakit melalui hubungan seksual. Jika muncul gejala seperti yang dijelaskan di atas, jangan langsung menganggapnya sebagai ISK, karena beberapa IMS bisa memberikan keluhan yang serupa.
Pemeriksaan dokter perlu dan sangat penting, untuk mengetahui penyebab keluhan serta menentukan penanganan yang tepat.

FAQ Seputar Infeksi Saluran Kemih dan Penularan Bakteri
1. Infeksi Saluran Kemih Apakah Menular ke Pasangan?
Umumnya tidak. ISK bukan penyakit menular seksual. Namun, aktivitas seksual bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami ISK.
2. Apakah Boleh Berhubungan Seksual saat Terkena ISK?
Sebaiknya pertimbangkan untuk menunda hubungan seksual sampai keluhan membaik dan penyebabnya sudah diketahui, terutama jika aktivitas seksual membuat nyeri semakin berat.
3. Apakah ISK Bisa Sembuh?
Ya. Sebagian besar ISK bisa tertangani dengan baik jika penyebabnya diketahui dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
4. Apakah Nyeri Kencing Selalu Berarti ISK?
Tidak. Nyeri saat kencing juga bisa terjadi akibat uretritis, IMS, iritasi, batu saluran kemih, atau kondisi lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan perlu apabila keluhan menetap atau disertai gejala lain.
5. Apakah ISK Bisa Kambuh?
Ya. Sebagian orang bisa mengalami ISK berulang. Faktor seperti aktivitas seksual, riwayat ISK sebelumnya, kelainan saluran kemih, penggunaan spermisida, atau faktor medis tertentu bisa meningkatkan risikonya.
Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Pria: Gejala dan Penyebabnya
Konsultasikan Apakah Infeksi Saluran Kemih Menular di Klinik Apollo Jakarta
Klinik Apollo Jakarta merupakan salah satu klinik kesehatan, yang bisa membantu Anda untuk mengatasi berbagai kondisi kelamin dan organ reproduksi, termasuk ISK.
Jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter berpengalaman, serta mendapatkan penanganan yang tepat.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!⇒ [WhatsApp Dokter]
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

Artikel Terbaru
- Infeksi Saluran Kemih Apakah Menular? Ini Faktanya 11 Agustus 2026
- Infeksi Saluran Kemih pada Anak: Penyebab dan Gejalanya 9 Agustus 2026
- Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil: Gejala dan Bahaya 4 Agustus 2026
- Infeksi Saluran Kemih pada Pria: Gejala dan Penyebabnya 31 Juli 2026
- Infeksi Saluran Kemih pada Wanita: Gejala dan Penanganannya 24 Juli 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB



