Infeksi Saluran Kemih pada Pria: Gejala dan Penyebabnya
Klinik Apollo, Jakarta – Infeksi saluran kemih pada pria merupakan kondisi ketika bakteri menginfeksi bagian saluran kemih, seperti uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal. Meski lebih sering terjadi pada wanita, pria juga bisa mengalami infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada usia lanjut atau memiliki kondisi medis tertentu.
Jika tidak tertangani dengan tepat, infeksi saluran kemih bisa menyebabkan komplikasi, seperti infeksi ginjal, prostat, hingga gangguan fungsi saluran kemih. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala dan penyebabnya sejak dini agar pengobatan bisa dilakukan sesegera mungkin.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Infeksi Saluran Kemih pada Pria?
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang umumnya terjadi akibat bakteri, terutama Escherichia coli (E. coli), yang masuk ke saluran kemih melalui uretra. Pada pria, kondisi ini lebih jarang terjadi karena uretra lebih panjang, sehingga bakteri lebih sulit mencapai kandung kemih.
Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80-90% kasus ISK terjadi akibat bakteri E. coli. Bakteri ini berasal dari saluran pencernaan dan dapat berpindah ke saluran kemih sehingga menyebabkan infeksi. Temuan ini telah dilaporkan dalam pedoman European Association of Urology (EAU) Guidelines on Urological Infections.
Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Pria
Gejala ISK pada pria bisa bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Berikut beberapa tanda yang sering muncul, meliputi:
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Sering ingin buang air kecil, tetapi urine yang keluar sedikit
- Urine keruh atau berbau menyengat
- Urine bercampur darah
- Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul
- Demam dan menggigil jika infeksi telah menyebar ke ginjal
- Nyeri di pinggang atau punggung bawah
- Tubuh terasa lemas
Menurut European Association of Urology (EAU) Guidelines 2025, gejala ISK pada pria bisa berupa disuria (nyeri saat buang air kecil), frekuensi buang air kecil meningkat, urgensi berkemih, hingga demam apabila infeksi telah mencapai ginjal.
Karena ISK pada pria sering dikategorikan sebagai infeksi saluran kemih yang kompleks, evaluasi medis lebih lanjut umumnya perlu untuk mencapai penyebab yang mendasarinya.
Apabila Anda disertai demam tinggi, mual, muntah, atau kesulitan buang air kecil, segera lakukan pemeriksaan ke dokter karena kondisi tersebut bisa mengindikasikan infeksi yang lebih serius.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih
Berikut beberapa penyebab dan faktor yang bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada pria:
1. Infeksi Bakteri – Sebagian besar kasus ISK terjadi akibat bakteri E. coli yang berasal dari saluran pencernaan dan masuk ke uretra.
2. Pembesaran Prostat – Prostat yang membesar bisa menghambat aliran urine sehingga urine tertahan di kandung kemih. Kondisi ini memudahkan bakteri berkembang biak.
3. Batu Saluran Kemih – Batu ginjal atau batu kandung kemih bisa menyebabkan penyumbatan sehingga meningkatkan risiko infeksi.
4. Penyakit Menular Seksual (PMS) – Infeksi seperti gonore atau klamidia, bisa menyebabkan peradangan pada uretra dan memicu gejala yang menyerupai atau disertai infeksi saluran kemih.
5. Penggunaan Kateter Urine – Kateter yang digunakan dalam waktu lama, bisa menjadi jalan masuk bakteri ke saluran kemih.
6. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah – Penderita diabetes, HIV, atau kondisi lain yang menurunkan daya tahan tubuh lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Infeksi Saluran Kemih?
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Wawancara mengenai gejala dan riwayat kesehatan
- Pemeriksaan fisik
- Tes urine untuk mendeteksi bakteri, sel darah putih, atau darah dalam urine
- Kultur urine untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi
- USG, CT scan, atau sistoskopi bila terdapat penyumbatan atau kelainan pada saluran kemih
Pengobatan Infeksi Saluran Kemih
Pengobatan akan dokter sesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan infeksi. Penanganan yang bisa dilakukan, antara lain:
- Antibiotik sesuai hasil pemeriksaan dokter
- Obat pereda nyeri bila perlu
- Memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu mengeluarkan bakteri melalui urine
- Mengatasi penyebab yang mendasari, seperti pembesaran prostat atau batu saluran kemih
Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai anjuran dokter, meskipun gejala telah membaik agar infeksi tidak kambuh.
Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Pria
Dokter Klinik Apollo Jakarta, menjelaskan bahwa ada beberapa cara yang bisa membantu mencegah infeksi saluran kemih pada pria, antara lain:
- Minum air putih yang cukup setiap hari
- Tidak menahan buang air kecil
- Menjaga kebersihan area genital
- Buang air kecil setelah berhubungan seksual
- Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes
- Melakukan pemeriksaan kesehatan apabila memiliki gangguan prostat atau batu saluran kemih
Sebuah tinjauan yang dipublikasikan dalam Cochrane Database of Systemic Reviews menunjukkan bahwa menjaga hindari yang cukup bisa membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih pada individu yang rentan.
Konsumsi air putih yang cukup, membantu meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga bakteri lebih mudah dikeluarkan dari saluran kemih.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman, terutama jika Anda mengalami beberapa gejala berikut:
- Nyeri saat buang air kecil yang tidak kunjung membaik
- Urine berdarah
- Demam tinggi dan nyeri pinggang
- Sulit buang air kecil
- Gejala muncul berulang
Penanganan sejak dini, bisa membantu mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan.

FAQ Seputar Infeksi Saluran Kemih pada Pria
1. Apakah Infeksi Saluran Kemih pada Pria Bisa Sembuh?
Ya. Sebagian besar kasus bisa sembuh dengan pengobatan yang tepat sesuai penyebabnya, terutama jika tertangani sejak dini.
2. Apakah Infeksi Saluran Kemih pada Pria Bisa Menular?
Infeksi saluran kemih sendiri tidak menular. Namun, jika penyebabnya adalah penyakit menular seksual, infeksi tersebut bisa menular ke pasangan.
3. Berapa Lama Infeksi Saluran Kemih Sembuh?
Lama penyembuhan bervariasi, umumnya dalam beberapa hari hingga dua minggu, tergantung tingkat keparahan infeksi dan respons terhadap pengobatan.
4. Apakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Kambuh?
Bisa. Risiko kekambuhan lebih tinggi apabila penyebab utamanya, seperti pembesaran prostat atau batu saluran kemih, belum teratasi.
5. Apakah Semua Nyeri saat Kencing Merupakan Infeksi Saluran Kemih?
Tidak. Nyeri saat buang air kecil juga bisa disebabkan oleh penyakit menular seksual, batu saluran kemih, prostatitis, atau kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan dokter perlu untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga: Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih dengan Tepat
Jalani Pengobatan Infeksi Saluran Kemih pada Pria dengan Dokter Klinik Apollo Jakarta
Infeksi saluran kemih pada pria bisa menjadi tanda adanya bakteri, yang memerlukan pengobatan medis yang tepat.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap, Anda bisa mendapatkan diagnosis akurat dan pengobatan yang tepat.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini kami sediakan melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

Artikel Terbaru
- Infeksi Saluran Kemih pada Pria: Gejala dan Penyebabnya 31 Juli 2026
- Infeksi Saluran Kemih pada Wanita: Gejala dan Penanganannya 24 Juli 2026
- Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih dengan Tepat 21 Juli 2026
- Penyebab Infeksi Saluran Kemih dan Faktor Risikonya 18 Juli 2026
- 11 Gejala Infeksi Saluran Kemih dari Ringan hingga Berat 14 Juli 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB



