Pemeriksaan Infeksi Saluran Kemih: Tes yang Perlu Dilakukan
Klinik Apollo, Jakarta – Pemeriksaan infeksi saluran kemih penting dilakukan ketika muncul keluhan seperti kencing terasa sakit atau terbakar, sering ingin buang air kecil, urine keruh, berbau menyengat, atau nyeri di perut bagian bawah.
Pemeriksaan membantu dokter memastikan apakah keluhan memang disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK) atau kondisi lain dengan gejala yang serupa. Mari simak penjelasannya!
Daftar Isi
ToggleKapan Perlu Jalani Pemeriksaan Infeksi Saluran Kemih?
Tidak semua keluhan saat buang air kecil terjadi akibat ISK. Pemeriksaan bisa dipertimbangkan ketika seseorang mengalami beberapa gejala, seperti:
- Kencing terasa perih atau terbakar
- Sering buang air kecil dengan jumlah sedikit
- Rasa ingin kencing terus-menerus atau anyang-anyangan
- Urine tampak keruh atau mengandung darah
- Nyeri di perut bagian bawah
- Urine memiliki bau yang lebih kuat dari biasanya
Jika muncul bersamaan demam, menggigil, mual, muntah, atau nyeri pada bagian pinggang atau punggung, kondisi tersebut perlu mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut karena bisa berkaitan dengan infeksi yang melibatkan ginjal.
Jenis Pemeriksaan Infeksi Saluran Kemih
Dokter bisa menentukan jenis pemeriksaan berdasarkan gejala, kondisi kesehatan, jenis kelamin, riwayat penyakit, serta kemungkinan penyebab keluhan. Berikut beberapa jenis pemeriksaannya:
1. Urinalisis
Urinalisis merupakan salah satu pemeriksaan utama, untuk mengevaluasi urine. Pemeriksaan ini bisa menilai berbagai komponen urine, termasuk adanya sel darah putih, sel darah merah, nitrit, bakteri, dan tanda lain yang bisa mengarah pada infeksi.
Namun, hasil urinalisis perlu diinterpretasikan bersama gejala dan pemeriksaan dokter. Hasil tertentu, tidak selalu berarti seseorang pasti mengalami ISK.
2. Kultur Urine
Kultur urine dokter lakukan dengan memeriksa sampel urine, untuk mengetahui apakah terdapat bakteri atau mikroorganisme tertentu yang bisa menyebabkan infeksi.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK), kultur urine bisa dokter gunakan untuk membantu mengidentifikasi bakteri penyebab ISK dan membantu menentukan pengobatan yang sesuai.
Pemeriksaan ini bisa menjadi pertimbangan terutama pada kondisi tertentu, seperti ISK berulang, infeksi yang lebih kompleks, atau ketika dokter membutuhkan informasi mengenai bakteri penyebab dan sensitivitasnya terhadap antibiotik.
3. Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah tidak selalu perlu pada ISK sederhana. Namun, dokter bisa merekomendasikannya apabila terdapat tanda infeksi yang lebih berat atau jika kemungkinan terjadi komplikasi.
Pada umumnya, pemeriksaan darah bisa membantu menilai kondisi tubuh secara keseluruhan dan melihat tanda peradangan atau infeksi yang lebih serius.
4. Pemeriksaan untuk Infeksi Menular Seksual
Keluhan seperti kencing sakit atau keluar cairan dari penis, juga bisa disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore atau klamidia. Oleh karena itu, pada kondisi tertentu dokter bisa menyarankan pemeriksaan IMS.
Pemeriksaan bisa menggunakan sampel urine atau swab, sesuai jenis infeksi dan lokasi yang dicurigai. Hal ini penting karena pengobatan ISK berbeda dengan pengobatan IMS.
Bagaimana Prosedur Pemeriksaan Urine Dokter Lakukan?
Untuk pemeriksaan urine, pasien biasanya diminta memberikan sampel urine ke dalam wadah khusus. Sampel kemudian akan dokter periksa di laboratorium menggunakan metode yang sesuai.
Dokter atau petugas medis bisa memberikan petunjuk mengenai cara pengambilan sampel yang benar. Pengambilan yang tepat, bisa membantu mengurangi risiko kontaminasi sehingga hasil pemeriksaan bisa lebih akurat.
Pada pemeriksaan kultur urine, pengambilan sampel urine bagian tengah aliran atau midstream urine sering digunakan sesuai petunjuk tenaga medis.
Mengapa Diagnosis ISK Perlu Dokter Pastikan?
Gejala infeksi saluran kemih bisa menyerupai beberapa kondisi lain, termasuk batu saluran kemih, iritasi saluran kemih, prostatitis pada pria, serta beberapa IMS.
Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, keluhan kencing sakit sebaiknya tidak langsung teratasi dengan obat tanpa mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan membantu dokter menentukan penanganan berdasarkan kondisi yang dokter temukan.
Selain itu, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai bisa menjadi masalah karena bakteri bisa mengalami resistensi terhadap antibiotik tertentu. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa resistensi antibiotik bisa membuat infeksi lebih sulit tertangani.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan, terutama jika keluhan kencing sakit atau gejala infeksi saluran kemih tidak membaik, semakin berat, atau sering berulang. Pemeriksaan juga penting apabila muncul:
- Demam atau menggigil
- Nyeri pinggang atau punggung
- Mual dan muntah
- Darah dalam urine
- Nyeri saat buang air kecil yang menetap
- Keluar cairan tidak normal dari penis atau vagina
- ISK terjadi berulang kali
Konsultasi dengan dokter, bisa membantu menentukan apakah perlu tes urinalisis, kultur urine, pemeriksaan IMS, atau pemeriksaan lainnya.

Pentingnya Pemeriksaan Infeksi Saluran Kemih
Pemeriksaan infeksi saluran kemih dokter lakukan untuk membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. Jangan mengandalkan gejala saja, atau menggunakan antibiotik secara sembarangan.
Jika mengalami kencing sakit, anyang-anyangan, urine keruh, nyeri perut bagian bawah, atau keluhan saluran kemih lainnya, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter, agar bisa dilakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan.
FAQ Seputar Pemeriksaan ISK
1. Apakah Pemeriksaan ISK Harus Menggunakan Urine?
Tidak selalu. Urine merupakan sampel utama untuk pemeriksaan ISK, tetapi pada kondisi tertentu dokter bisa menyarankan pemeriksaan darah, kultur, atau pemeriksaan lain berdasarkan gejala dan kondisi pasien.
2. Apakah Kultur Urine Sama dengan Tes Urine Biasa?
Tidak. Urinalisis menilai berbagai komponen urine untuk mencari tanda yang mengarah pada masalah saluran kemih, sedangkan kultur urine bertujuan mengidentifikasi mikroorganisme penyebab infeksi dan bisa membantu menentukan antibiotik yang sesuai.
3. Apakah Kencing Sakit Pasti Karena ISK?
Tidak. Kencing sakit juga bisa terjadi akibat IMS, batu saluran kemih, prostatitis, iritasi, atau kondisi lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan perlu apabila gejala menetap atau muncul keluhan lainnya.
4. Apakah ISK Bisa Sembuh Tanpa Pemeriksaan?
Pada sebagian kondisi, gejala dapat membaik, tetapi tidak dianjurkan mengabaikan keluhan yang menetap atau semakin berat. Pemeriksaan membantu memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.
5. Kapan Harus Segera Menjalani Pemeriksaan?
Segera periksakan diri jika kencing sakit muncul bersamaan dengan demam, menggigil, nyeri pinggang, muntah, darah dalam urine, atau kondisi tubuh terasa semakin buruk. Gejala terebut dapat membutuhkan evaluasi medis lebih lanjut.
Baca Juga: Ciri-Ciri ISK Sudah Parah dan Tanda yang Harus Diwaspadai
Cek dan Jalani Pemeriksaan Infeksi Saluran Kemih di Klinik Apollo Jakarta
Menjalani pemeriksaan medis untuk infeksi saluran kemih, bisa membantu Anda untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan informasi yang tepat.
Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap, bisa membantu dokter untuk menentukan penyebab pastinya dan memberikan diagnosis yang akurat.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.⇒ [Tanya Dokter Kelamin]
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.⇒ [WhatsApp Dokter]
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

Artikel Terbaru
- Pemeriksaan Infeksi Saluran Kemih: Tes yang Perlu Dilakukan 29 September 2026
- Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih agar Tidak Kambuh 25 September 2026
- Apakah ISK Keluar Nanah? Kenali Gejala dan Penyebabnya 22 September 2026
- Ciri-Ciri ISK Sudah Parah dan Tanda yang Harus Diwaspadai 15 September 2026
- Ini Perbedaan ISK dan Sifilis yang Wajib Anda Ketahui 11 September 2026
Alamat Klinik Apollo
Jl. Pangeran Jayakarta No.115, RT.9/RW.7, Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730
Email: info@klinikapollojakarta.com
Phone: 0821-1099-9870
Whatsapp: 0821-1099-9870
Office Hours:
Senin s/d Minggu
Pukul: 09.00-19.00 WIB



